Islam, Iman, dan Ihsan

Ust. Ari Wahyudi

“Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut’.”

(QS. An Nahl: 36)

 

Islam memiliki beberapa pengertian. Hal ini berdasarkan dalil-dalil yang ada serta kesimpulan yang diberikan oleh para ulama. Secara umum telah kita pahami bahwa Islam adalah nama dari agama yang diturunkan Allah kepada umat manusia. Inilah agama yang diajarkan oleh setiap rasul kepada umatnya. Sebagaimana firman Allah (yang artinya), “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut’(QS. An Nahl: 36).

Islam dalam pengertian ini biasa didefinisikan secara lebih rinci oleh para ulama sebagai: “kepasrahan kepada Allah dengan tauhid, tunduk kepada-Nya dengan melaksanakan segala ketaatan, dan berlepas diri dari syirik dan pelaku-pelakunya.” Islam dalam pengertian mencakup semua ajaran para rasul. Contine reading

Belilah Masalah dengan Sedekah

Fa bi ayyi alaa irabbikumaa tukadzibaan (QS. Ar-Rahman 13)

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?

Lantunan ayat tersebut membuyarkan lamunan saya disuatu sore menjelang maghrib. Surat Ar-Rahman begitu nyaring terdeengar dari kaset yang diputar oleh takmir masjid. Tiba-tiba saya menitikkan air mata sambil memandang foto saya bersama teman-teman kampus berseragam putih hijau, seragam kebanggaan kami. Ya, saya mahasiswa STIKES di daerah Blimbing, Malang. Saya bukan menangis karena merindukan mereka, melainkan masih tak percaya saya bisa menggunakan almamater mahasiswa kebidanan. Tentu semua ini terjadi atas kehendak Ar-Rahman, Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Semua bermula dipertengahan tahun 2011. Saat itu, dengan bangga saya memberikan selembar ijazah dengan nilai memuaskan kepada orang tua saya. Namun, hati ini diliputi rasa gelisah yang berkecamuk. Maksud hati ingin melanjutkan kuliah, tapi kondisi ekonomi keluarga kami tidak memungkinkan. Ini membuat hati saya menciut. Contine reading

MENGAPA ISLAM DIBANGUN ATAS LIMA TIANG?

“Islam dibangun diatas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada illah yang berhak disembah kecuali Allah semata dan bahwasannya Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan shaum dibulan Ramadhan.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Tiang atau rukun agama yang terdiri dari lima saja perlu penjelasan, sebab cabang-cabang iman dan pedoman-pedoman kepatuhan kepada Allah mendekati tujuh puluh unsur. Unsur-unsur yang tujuh puluh itu tercantum dengan rinci dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah, yaitu menyangkut kepentingan pribadi (perorangan), masyarakat, dan negara, serta meliputi bidang-bidang moral, sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan lain-lain. Karenanya, Rasulullah tidak menyatakan bahwa “Islam terdiri dari lima atau terbentuk dari lima”, tetapi Rasulullah menyatakan, “Islam dibangun atas lima tiang.”. Contine reading