Zakat dan Upaya Mewujudkan Kenyamanan Sosial

Oleh M. Fuad Nasar

Konsultan The Fatwa Center Jakarta,

Komunitas BAZNAS

Sekitar tiga puluh tahun yang lalu budayawan dan pejuang pers Mochtar Lubis mengingatkan, sebenarnya yang dibutuhkan rakyat sekarang adalah “kenyamanan sosial”, bukan hal-hal yang menimbulkan kecemburuan sosial. Menurut pejuang demokrasi dan bekas pemimpin surat kabar Indonesia Raya yang mendapat julukan “wartawan jihad” itu, bahwa kita amat banyak berbicara tentang keadilan sosial, tetapi kita belum tahu benar bagaimana keadilan sosial itu hendak kita capai.

Semua elemen kekuatan bangsa haruslah berupaya mengembalikan “kenyamanan sosial” atau istilah lain yang maknanya sama. Kehidupan masyarakat Indonesia harus diselamatkan dari ancaman kekacauan sistem sosial, kerusakan lingkungan alam, sosial dan budaya yang kian bertambah parah akibat keserakahan segelintir orang, serta gejala ambruknya pranata sosial bangsa.

Contine reading

TABUNGAN KURBAN, CARA BERKURBAN TANPA BEBAN

Ibadah qurban merupakan Ibadah yang memiliki korelasi dan implikasi sosial bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya sekedar refleksi nilai keimanan tapi mengajarkan prinsip nilai berkorban. Sebuah refleksi yang mengedepankan kemuliaan dan peduli terhadap sesama. Nilai yang terbentuk dari visi tauhid dan solidaritas yang kuat. Bentuk konkrit nilai berkorban ini ditunjukan dengan menunaikan ibadah qurban.

Kurban 1437 H / 2016 M telah usai. Sangat disayangkan andai tahun ini tidak bisa Kurban dan membiarkan Kurban tahun depan terlewat  begitu saja. Banyak alasan kenapa orang belum berkurban termasuk yang paling klasik adalah tidak adanya kemampuan financial. Guna mempermudah seorang muslim berkurban perlu adanya solusi Tabungan Kurban.

Contine reading

Beasiswa Generasi Khaira Ummah, Penyambung Asa Anak Tidak Mampu

Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Pendidikan menjadi investasi masa depan dalam proses mengembangkan diri untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Menjadi seseorang yang terdidik adalah asset yang sangat penting. Namun tidak semua anak bangsa lahir dalam keluarga berkecukupan. Untuk kebutuhan sehari-hari saja terkadang kurang apalagi untuk beaya pendidikan. Mereka bisa makan ala kadarnya itu sudah lebih dari cukup. Apalagi kondisi ekonomi nasional yang sangat terpuruk diperparah dengan banyaknya pejabat yang korup. Disinilah kesempatan bagi LAZIS Sultan Agung untuk turut berpartisipasi dalam mewujudkan anak-anak yang terdidik sebagai generasi penerus bangsa, Generasi Khaira Ummah.

Contine reading